Tampilkan postingan dengan label IBU DAN ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU DAN ANAK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

Ajak Anak Anda Tertawa

Dengan tertawa, akan terpancar makna kondisi kesehatan jiwa dan raga si kecil.
Ajak bayi tertawa !
Untuk bisa tertawa, kita butuh “kejutan” (suprise).

Itu sebabnya, kita tak bisa menggelitik diri sendiri
agar bisa tersenyum.

Namun, bagaimana kerja otak menggunakan informasi ini sampai
terjadinya tawa, memang masih sebuah misteri.




Berikut adalah beberapa “kejutan” yang bisa merangsang si kecil tertawa.
  • Gerak-gerakkan wajah Anda. Kadang-kadang, dengan menjulurkan lidah Anda
    dan sedikit tarikan wajah. Bahkan, kerlingan mata Anda pun sudah bisa membuat
    bayi tergelak-gelak.
  • Gelitik pinggang atau telapak kakinya dengan jari-jari Anda, atau ciumi perutnya,
    biasanya bayi akan tertawa terbahak.
  • Bermain ciluk ba. Tutup dan buka kembali wajah Anda dengan telapak tangan,
    dengan sedikit tarikan wajah yang menunjukkan senyum atau tawa Anda.
    Bayi akan bertambah senang jika disertai sedikit suara yang mengagetkan.
    Atau, buat “tirai” yang membatasi  bayi dengan Anda.
    Ketika  “tirai”-nya dibuka dengan cepat, bayi akan melihat wajah Anda yang
    semula “hilang”, muncul kembali dengan penuh tawa.
Menyanyikan lagu anak-anak dengan mengayun-ayunkan tubuhnya di pangkuan Anda.
Pada akhir lagu, buat sedikit kejutan dengan mengeraskan beberapa kata.
Biasanya, bayi akan menyukainya dan tertawa tergelak-gelak.
Sumber : ayahbunda.co.id

Kamis, 16 Juni 2011

Ngobrol Seru Bersama Bayi

 Meski anak belum begitu memahami, rangsangan verbal dengan mengajak bayi ngobrol dapat
menjadi landasan bagi perkembangan bahasa bayi kelak.

Persiapan:
Menetapkan cerita menarik atau bahan obrolan seru untuk disampaikan pada anak.


Cara bermain:
  1. Ajak anak membicarakan hal-hal menarik sambil menatap matanya.
    Berceritalah dengan kalimat singkat, kata-kata yang jelas
    diucapkan, intonasi naik-turun dan ekspresi menarik
    sesuai cerita yang Anda sampaikan.
  2. Jika ia memberi respons dengan menunjukkan bahasa tubuh,
    ekspresi tertentu atau mengeluarkan suara-suara
    seakan-akan menimpali Anda berbicara, balaslah dengan
    ucapan menimpali ucapannya.

Manfaat:


Kontak mata ketika Anda bercerita meningkatkan kedekatan Anda dan anak.
Apa yang Anda lakukan merupakan pelajaran amat berharga bagi perkembangan emosi dan perkembangan
anak secara umum di kemudian hari. Meski anak belum begitu memahami, rangsangan verbal ini dapat
menjadi landasan bagi perkembangan bahasa bayi kelak. Ajakan Anda untuk berbicara menguatkan
keinginannya berkomunikasi. Ini diperlihatkan anak melalui bahasa tubuh dan celotehnya.

Sumber : ayahbunda.co.id

Belajar Gosok Gigi !

Mengajak balita rajin sikat gigi memerlukan trik khusus. Ajari dan biasakan menyikat gigi mulai sejak dini agar
kelak menjadi sebuah kebiasaan.


1. Siapkan peralatan gosok gigi. Sebelum balita mulai belajar gosok gigi, sediakan sikat gigi anak yang kepalanya
relatif kecil, yaitu 1,5 cm dengan panjang bulu sikat sama, bulunya halus serta bergagang cukup lebar dan tebal.

Tip jaga kebersihan sikat gigi:
  • - Bersihkan setiap kali selesai dipakai.
  • - Simpan dengan cara digantung agar bulu sikatnya cepat kering.
  • - Ganti sikat gigi bila bulu sikat sudah mengembang, tidak lurus, mulai rontok,
    atau terlalu lunak. Atau, bila balita baru sembuh dari sakit.

2. Bubuhkan pasta gigi.
Bila balita sudah berumur lebih dari 2 tahun, pilih pasta gigi khusus
untuk anak yang mengandung fluoride dan aman bila tertelan (biasanya informasi ini
tertera pada kemasan). Bubuhkan odol pada sikat sebesar kacang polong (pea size), atau
selapis tipis sikat gigi. Bila balita masih berumur 1-2 tahun, belajar gosok gigi bisa dilakukan
tanpa menggunakan pasta gigi, untuk menghindari menelan pasta gigi yang mengandung
flouride terlalu banyak.

3. Beri contoh gerakan menggosok gigi. Berdirilah Anda bersama balita di depan cermin yang terletak di atas wastafel.
Minta balita memegang sikat giginya dan memerhatikan contoh gerakan sederhana gosok gigi yang Anda lakukan.
Mengingat kemampuan motorik halus anak belum berkembang optimal, biasanya anak mengalami kesulitan
dalam mengontrol gerakan sikat giginya secara benar. Karena itu, cukup berikan contoh gerakan-gerakan dasar gosok gigi.

4. Praktik bersama ibu. Kini, dari belakang balita peganglah tangannya & arahkan sikat giginya ke gigi yang akan digosok.
Minta dia menirukan cara Anda memegang dan menggerakkan sikat gigi. Untuk si kecil yang baru belajar gosok gigi, gunakan
metoda Bass, yaitu meletakkan bulu sikat pada sudut 45 derajat lalu gerakkan ke kiri dan ke kanan secara perlahan.
Bila si kecil sudah lebih besar, ajarkan gosok gigi dengan metoda Fone, yaitu menyikat memutar, dan selanjutnya metode
Leonard berupa gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah.
Lakukan gerakan menyikat gigi bersama si kecil sesuai metoda yang paling mudah dan mampu ia lakukan.

5. Berkumur. Setelah selesai gosok gigi, mintalah balita berkumur dengan air matang agar terhindar dari risiko diare akibat
kuman penyakit dan kotoran yang mungkin terkandung di dalam air mentah apabila tertelan.

6. Selesai. Terakhir, minta balita membersihkan sisa-sisa busa pasta gigi yg menempel di sekitar mulutnya dengan air matang.
Untuk memupuk kebiasaan gosok gigi pada si kecil, setelah selesai, beri ia hadiah.
Misalnya, ciuman sayang, pelukan hangat, atau berupa benda-benda kecil yang bermanfaat.
Contohnya, tutup kepala sikat gigi berbentuk kepala binatang lucu atau sikat gigi baru berbentuk lucu dan berwarna menarik.

Haruskah Lidah Dibersihkan?

Ya! Sebab, pada lidah balita menempel cukup banyak sisa susu maupun makanan.
Ajarkan ada anak di usia 4-5 tahun, yakni dengan menyikat perlahan permukaan lidah menggunakan sikat gigi seusai
ia menggosok giginya.
Sumber : ayahbunda.co.id

Rawat Gigi Anak Sejak Dini

Tahukah Anda, janin usia 6 minggu sebenarnya sudah tumbuh gigi?
Tentu saja bentuknya masih berupa tonjolan-tonjolan di sepanjang geraham atas dan bawah.
Calon gigi itu baru benar-benar nongol menjadi gigi setelah bayi berumur 4-7 bulan. Satu persatu gigi putih itu muncul
sampai yang terakhir tumbuh adalah gigi geraham. Yaitu geraham ke-2 bawah, yang muncul sesudah ia merayakan
ulang tahun ke-2. Nah, barulah jumlah giginya lengkap; 20 buah !


Mulai Disikat.
Semenjak gigi pertama muncul, sejak itulah perawatan gigi dimulai.
Caranya, biasakan ia gosok gigi dengan bantuan Anda:


1.  Gosok gigi depan bagian atas dan bawah dengan arah ke samping kanan dan kiri.
2.  Kemudian, gosok seluruh gigi bagian samping.
3.  Gosok seluruh gigi bagian belakang.
4.  Setelah itu, mintalah anak berkumur dengan air bersih beberapa kali.
5.  Bila ia tidak mau menyikat gigi, jangan menyerah. Atasi dengan membiasakan terus
kegiatan ini di rumah secara rutin dan teratur.

Yang pertama, berikan contoh, ajak dia menyikat gigi bersama Anda
(di depan cermin lebih asyik!), belikan sikat gigi lucu dan pasta gigi khusus rasa buah,
bacakan dongeng tentang gigi yg rusak gara-gara anak malas sikat gigi dan lain-lain.  


Penyebab sakit gigi.
1. Kebiasaan minum susu dengan botol sebelum tidur. Ganti isi botol dengan air putih.
2. Kebiasaan anak ngemil makanan manis dan asam. Batasi atau menguranginya, terutama camilan manis.
3. Kebiasaan mengemut makanan. Berikan makanan dalam potongan-potongan kecil atau memberinya makanan lunak
    sehingga mudah dikunyah dan ditelan.
4. Ketika gigi geraham susu tumbuh disertai demam, atasi dengan obat penurun panas untuk anak
.

Penyakit gigi dan mulut
  • Herpangina, penyakit infeksi mulut akibat virus Coxsakie tipe A atau B yang banyak diderita balita.
    Muncul berupa benjolan berwarna merah di bagian belakang rongga mulut, dekat anak
    tekak. Biasanya sembuh dalam 7-10 hari. Infeksi ditandai dengan gejala demam tinggi
    dan radang tenggorokan.
  • Karies gigi. Penyakit gigi akibat infeksi bakteri penghasil asam yang merusak struktur gigi hingga menyebabkan
    gigi berlubang. Jenis bakteri yang sering menjadi penyebabnya Streptococcus dan Lactobacillus.
  • Cold sore. Penyakit gigi pada balita akibat infeksi virus herpes. Bentuk infeksi berupa bintil-bintil merah pada mulut,
    terutama di bibir & rongga mulut. Serangan virus ini biasanya tidak mampu diatasi oleh sistem kekebalan tubuh anak
    secara alami, sehingga perlu penanganan dari dokter.

Penyakit tangan-kaki-mulut. Penyakit infeksi yang banyak diderita balita akibat infeksi Enterovirus tipe 71 (EV71).
Gejalanya, demam disertai luka di mulut dan ruam yang kemudian melepuh.
Bila tidak segera diatasi dan terjadi komplikasi, bisa berakibat fatal.


Sumber : ayahbunda.co.id

Tips meningkatkan kecerdasan anak balita

Berbagi informasi tips menigkatkan kecerdasan anak balita.
Kecerdasan menyeluruh seseorang terbentuk selama masa
kanak-kanak, di mulai dari pertama kali konsepsi.

Nutrisi memegang peran yang kritis dalam kecerdasan.
Faktor-faktor yang lain diantaranya adalah lingkungan yang
menstimulasi panca indera mereka, dan kasih sayang dan pendidikan dari orang tua mereka.


Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu :

1. Faktor genetik
Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan
anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya.



2. Faktor lingkungan


Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada.
Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh
kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan
menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik
akan menghambat tumbuh kembangnya.

Berbagai cara untuk meningkatkan kecerdasan anak adalah:
1. Brain gym
2. Menjaga asupan gizi baik dalam kandungan maupun masa balita
3. Mendengarkan Musik Klasik
4. Mendidik anak dengan baik sesuai dengan perkembangan dan usia.

Dari semua cara tersebut, sebenarnya peran orang tua adalah yang paling besar
dalam mencerdaskan anak.
Sumber : www.zimbio.com

Bisakah Berpisah Dari Dot ?

Bayi memang mempunyai kebiasaan mengisap sesuatu.

Kebiasaan mengisap merupakan cara dan upaya alami bayi
untuk mendapatkan rasa tenang dan nyaman
.

Namun kebiasaan ini harus dibatasi karena dapat mengganggu pertumbuhan gigi dan kesehatan gusi.
  • Saatnya tepat.
    Mulailah membatasi pemakaian dot ketika bayi sudah berumur sekitar 6 bulan.
    Idealnya, anak sudah benar-benar terlepas dari dot sebelum mulai belajar bicara.
  • Bertahap.
    Kurangi sedikit demi sedikit pemakaian dot. Misalnya hanya saat menjelang tidur
    atau ketika dia sedang sakit.
  • Siapkan pengganti.
    Ketika si kecil meminta dot, Anda dapat menggantinya dengan benda lain yang dapat
    membuatnya merasa nyaman.
    Misalnya, selimut, boneka kesayangannya untuk dipeluk, atau beri si kecil pelukan
    hangat penuh kasih sayang.
  • Beri hadiah setiap kali dia berhasil mengatasi keinginannya untuk mengisap dot.
    Misalnya, memberinya minuman jus buah yang segar
    .
    Sumber : www.ayahbunda.co.id

Bolehkah Bayi Ngempeng ?


Mengisap sesuatu memang membuat balita nyaman dan tenang.

Bayi memang mempunyai kebiasaan mengisap sesuatu.
Bahkan, tidak sedikit gambar di layar USG yang memperlihatkan janin
sedang asyik mengisap jempolnya.


Selain untuk memperoleh ASI, kebiasaan mengisap ternyata merupakan :
Cara & upaya alami bayi utk mendapatkan rasa tenang dan nyaman
di dunia baru di luar rahim ibu, yang belum terlalu dikenalnya.


Alasan inilah yang mendasari para ibu yang pro alias setuju memberikan dot atau empeng
(pacifier) kepada bayinya.


Di lain pihak, karena hasrat mengisap yang sudah terpuaskan melalui dot atau empeng, bayi jadi
malas mengisap puting payudara ibu.
Inilah alasan mereka tidak setuju memberi dot. Dr.Cynthia R. Howard, MPH, dokter spesialis
anak dari The University of Rochhester School of Medicine and Dentistry, New York, (AS) mengatakan, batasi penggunaan dot hanya saat tidur pada usia 10-12 bulan.
Dan jangan meneruskan sampai 3-4 tahun, agar tak mengganggu pertumbuhan gigi dan
kesehatan gusi
.

Berikut sisi positif dan negatif bayi ngempeng :
Positif :
  • Membantu menenangkan bayi saat rewel.
  • Membantu bayi cepat tidur karena merasa nyaman.
  • Membantu mengalihkan perhatian bayi saat lapar, sementara ibu mempersiapkan diri.
  • Membantu menurunkan risiko sindroma bayi meninggal mendadak (SIDS).
  • Membantu menghilangkan kebiasaan mengisap jempol karena dapat lengsung dibuang.
 Negatif :
  • Menghilangkan keinginan bayi mengisap puting payudara ibu.
  • Menimbulkan ketergantungan bayi untuk mendapatkan kenyamanan dengan bantuan dot.
  • Meningkatkan risiko bayi terkena infeksi saluran telinga.
  • Meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan kesehatan gusi dan gigi bayi, bila terlalu
    lama ngempeng.
Sumber : www.ayahbunda.co.id

Trik Atasi Balita Yang Tidak Mau Makan


Balita satu – dua tahun Anda susah makan? Ia selalu menolak ketika disodori makanan apapun.
Ini trik-triknya agar ia mau makan lagi :

Di usia satu dan dua tahun, balita biasanya lebih susah makan.
Ia menolak semua makanan yang disodorkan bundanya.
Jangan menyalahkan siapapun dalam kasus ini. Balita melakukan gerakan
tutup mulut, itu bukan salahnya, juga bukan salah Anda.
Balita memang sedang dalam masa perkembangan mengeksplorasi lingkungan.
Banyak hal menarik di sekitarnya, bermain sering lebih menarik ketimbang makan.
Tapi, Anda mungkin bisa sedikit mencuri perhatiannya agar ia menoleh ke makanannya.

Berikut tip untuk balita penolak makan :
  • Jadi contoh yang baik. Makanlah bersama balita Anda, karena siapa tahu
    balita bungkam karena melihat Anda tidak pernah makan & ia meniru pola
    makan Anda yg sedang diet.
  • Pastikan bentuk penyajian makanan yang Anda berikan terlihat menarik menurutnya. Bisa saja bentuknya
    membuat ia ingin melahapnya.
  • Ajak ia saat proses pembuatan makanan dan biarkan dia membantu Anda sebisanya. Misalnya mengambil
    lauknya sendiri.
  • Berikan makanan sesuai usianya. Mungkin Anda lupa, anak Anda bukan bayi lagi, tapi masih memberinya
    bubur.
  • Sediakan makanan dalam jumlah kecil agar Anda tidak frustrasi bila balita tak mau menghabiskannya.
  • Berikan alternatif makanan lain sebagai pengganti makanan yang tidak ia sukai.
    Misalnya ia tak mau nasi, berikan mi atau roti. Bila ia hanya mau makan lauknya saja, sediakan di tempat
    yang mudah dijangkau, agar ia bisa mengambilnya sewaktu-waktu ia ingin makan.

Bersabarlah dalam menghadapi anak yang tidak mau makan.
Setelah Anda tahu penyebabnya, tentu akan lebih mudah memberinya makan, walaupun hanya itu yang ia mau.

Kreativitas bunda juga diperlukan dalam menangani anak yang sulit makan.
Sumber : www.ayahbunda.co.id

Minggu, 05 Juni 2011

LAMA TIDUR MALAM BAYI PENGARUHI KECERDASANNYA


Studi menyebutkan bahwa lama waktu tidur bayi di malam hari memiliki koneksi kepada fungsi kognitif si bayi. Para periset dari University of Minnesota dan University of Montreal menemukan hal ini setelah merekam pola tidur balita. Di usia 12-18, para orangtua relawan diminta untuk mencatat kebiasaan waktu tidur bayi dengan interval 30 menit (mencatat waktu tidur siang dan bangun tidur di siang hari). Di usia 18-26 bulan, para peneliti melakukan pengujian pada kinerja otak bayi tersebut.

Berikut adalah hasil dari studi yang dilansir pada jurnal
Child Development tersebut:
Para bayi yang tidur lebih lama di malam hari, antara pukul 19.00-07.00, menjawab tes dengan lebih baik ketimbang yang tidur dengan jumlah waktu lebih lama, tetapi di siang hari. Dengan kata lain, tidur malam hari jauh lebih penting ketimbang tidur siang. Periset mengatakan, semakin lama waktu tidur bayi di malam hari semakin baik.

Para bayi diminta melakukan tes fungsi eksekutif, yakni mendapatkan informasi dalam memori, kontrol impuls, dan memutuskan sesuatu, yang merupakan tugas sulit bagi bayi berusia dua tahun. Contoh, pada suatu tes, periset menempelkan stiker pada salah satu dari tiga pot, menutupnya dengan selimut, kemudian meminta si balita untuk menunjukkan pot mana yang memiliki stiker.

Tentunya, ini merupakan sebuah penelitian kecil, tetapi bisa memberikan penemuan bahwa waktu tidur memiliki dampak fungsi pada otak kita di siang hari. Dalam hal ini, berkaitan dengan fungsi otak untuk menyerap dan mengolah informasi, serta memahami keadaan sekitar. Hal ini juga berpengaruh pada bayi.

Hal ini sangat penting karena, ternyata, meski jumlah tidurnya sama, tetapi tidur siang tidak cukup baik untuk mengganti fungsi tidur di malam hari, setidaknya untuk kesehatan dan perkembangan otak anak. Ternyata, tidur di malam hari dan tidur siang dikelola oleh bagian otak yang berbeda, dalam hal sirkuit dan ritme sirkadiannya, hingga jelas sudah, waktu tidur di malam hari untuk anak tak bisa digantikan di siang hari.

Bayi memang sering terbangun di malam hari, beberapa orang tahu bagaimana mengembalikan si bayi untuk cepat tertidur lagi. Namun, mengenai menjaga bayi agar tidak tidur di siang hari serta bisa tidur lebih awal dan lebih lama di malam hari masih menjadi perdebatan.

NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: Babble

ANAKKU KOK SULIT TIDUR?


Anak saya berusia 1 tahun. Akhir-akhir ini ia sulit sekali tidur. Dia baru tidur kalau sudah di atas pukul 09.00 malam. Tidurnya pun kurang nyenyak, sering mengigau dan lasak (tidak bisa diam). Namun, kalau tidur siang, ia bisa pulas. Kalau siang hari, ia bisa tidur sampai 2 kali.

Pernah saya coba agar tidur siang hanya sekali. Akan tetapi, tetap saja ia tidur malam lewat pukul 09.00 malam. Padahal semua sudah saya lakukan, misalnya meredupkan lampu kamar, mengganti baju dengan pakaian tidur, dan memijat lembut. Pertanyaannya, bagaimana cara agar si anak bisa tidur di bawah pukul 09.00 malam?

Saya juga masih memberi ASI buatnya. Walau akhir-akhir ini saya merasa kurang nyaman karena puting saya terluka. Bagaimana caranya agar lekas sembuh dan anak bisa nyaman? -Haryanti, Tegal, Jateng.

Jawaban dari Dra Mayke S. Tedjasaputra, MSI, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI:
Mengenai pemberian ASI, sebaiknya konsultasikan ke rumah sakit terdekat, ke dokter bagian laktasi. Mengapa si kecil akhir-akhir ini lebih sulit tidur malam, lasak, kurang nyenyak, suka mengigau? Entah apa penyebabnya. Namun, menurut dugaan saya, puting yang terluka bisa mengganggu kenyamanan anak saat minum ASI, sehingga membuat anak resah dan hal ini memengaruhi keadaan tidurnya. Oleh karena itu, usahakan untuk segera mengatasi pemberian ASI dengan konsultasi ke bagian Laktasi.

Selain itu, ibu perlu melakukan pengamatan setidaknya seminggu lamanya, bagaimana keadaan anak sejak pagi hari sampai menjelang tidur. Dengan siapa dia bermain, apa saja kegiatannya, apakah hampir setiap hari dia suka mengigau, apakah ada perubahan suasana di rumah?

Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera ambil tindakan, misalnya pengasuh yang sering mengancam, ada anggota yang suka mengganggu anak, dan lain-lain. Sementara ini usahakan agar ketika menjelang tidur malam, lakukan kegiatan yang tenang, misalnya sama-sama membuka buku untuk ditunjukkan gambar-gambarnya sambil menyebutkan nama gambar, atau ajak dia bermain dengan boneka dan buat percakapan antarboneka, skelipun dia belum bisa berbicara.

Nyanyikan lagu-lagu yang menenangkan untuk pengantar tidur anak. Pada jam yang ditentukan, ajak anak memejamkan mata, sambil diceritakan dan peluk anak sejenak agar dia merasa aman dan nyaman. Apabila usaha sudah dilakukan secara maksimal tetapi belum juga membuahkan hasil, konsultasikan masalah ini dengan psikolog anak yang ada di kota Anda.

Waktu tidur perlu diatur kembali, usahakan satu kali tidur siang, sebab kalau tidur siang terlalu lama, maka malam hari hilang kantuknya. Mengatur jadwal tidur perlu dilakuakn beberapa hari/minggu berturut-turut, tidak bisa hanya satu dua kali akan berhasil sebab tubuh butuh perlu menyesuaikan diri kemabali sambil dicapai keadaan seimbang.

(Tabloid Nakita)