Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Fashion, Food, Film

Ketiga hal ini menarik perhatian saya saat ini. Keseluruhan item tersebut tidak pernah lekang sesaat pun dari kehidupan kita sehari-hari.Fashion atau pakaian merupakan kebutuhan primer semua ummat manusia di bumi ini. Pakaian sangat bermanfaat untuk melindungi kulit tubuh dari pengaruh cuaca, pengaruh benda, maupun sengat hewan tertentu.Benda ini selalu menemani segala aktivitas kita sehari-hari, tanpa ia sesuatu yang buruk dapat menimpa kita-apakah itu rasa sakit, rasa kedinginan dan sebagainya.Pakaian atau fashion memiliki corak warna, model, yang kesemuanya untuk kecantikan, keindahan, kenyamanan bagi si pemakai pakaian itu sendiri.

Namun secara norma-penulis tidak menyinggung seni dan kreatifitas- pakaian bisa saja menjadi sesuatu yang tidak nyaman dipakai oleh orang tertentu, sebagai contoh para siswa dan siswi. Ketika berada di lingkungan sekolah siswa begitu tampak anggun mengenakan seragam sekolah.namun ketika para siswa maupun siswi telah berada di lingkungan rumah dan lingkungan tempat tinggalnya mulai memakai pakaian yang menurut budaya timur atau (kebiasaan yang baik) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penulis beranggapan sebagian besar pelecehan terhadap anak remaja/para siswi diakibatkan oleh pakaian yang mereka pakai meskipun penelitian terhadap masalah ini belum penulis laksanakan.

Selanjutnya Food atau makanan merupakan sesuatu kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Makanan berguna bagi kelangsungan metabolisme tubuh manusia. Namun, menilik berbagai makanan-makanan yang ada beredar di masyarakat belum seluruhnya sesuai dengan kadar kelayakan bagi sebagian orang. Sebagai contoh baru-baru ini beredarnya makanan bakso yang dioplos dengan daging babi.

Kemudian Film atau sesuatu yang sejenis dengan film seperti sinetron merupakan tontonan yang ada dirumah saya setiap malam karena film maupun sinetron merupakan hal yang kami sekeluarga sangat menggemarinya. Namun terkadang film yang ada sangat banyak sekali yang tidak lagi memberikan tuntunan atau pencerahan bagi penontonnya.

Bagaimana pendapat anda?

Jumat, 30 November 2012

Kompetensi Guru dan Pola Asuh Remaja

Kompetensi guru adalah kebulatan pengetahuan , keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan seorang guru apakah mengikuti perkembangan ilmu terkini atau tidak. Perkembangan ilmu selalu dinamis karena dalam waktu singkat selalu muncul perubahan baru. Untuk itu diharapkan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan jaman. Sangat disayangkan apabila guru kehabisan sumber belajar sedangkan anak didik telah terlebih dahulu memahami materi dari sumber-sumber media online.

Pola asuh remaja merupakan usaha pembinaan kepada generasi muda atau anak didik remaja yang bukan saja sebagai generasi penerus bangsa tetapi juga sebagai pribadi yang menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan masyarakat. Pola pembinaan dilakukan tidak saja berpedoman pada petuah-petuah orang tua terdahulu tetapi penerapan pola asuh terkini karenanya nasihat terbaik untuk mendidik para remaja adalah didikalah mereka sesuai jamannya.Masa remaja merupakan fase teristimewa dari fase-fase kehidupan seseorang, dimana kesuksesan masa remaja berpengaruh besar terhadap keberhasilan dimasa berikutnya demikan sebaliknya, kegagalan masa remaja menjadikan seseorang merugi pada masa depannya.

Guru yang profesional selayaknya memiliki  empat kompetensi atau standar kemampuan yang meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial dan profesional. Hal itu dianggap perlu guna meningkatkan kualitas guru itu sendiri. Kompetensi itu perlu sungguh-sungguh dikuasai tenaga pendidik sehingga dapat mencetak siswa yang berkualitas.

Empat standar kemampuan guru yaitu kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, menjadi teladan bagi anak didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru diharapkan dapat memberi teladan kepada anak didik tentang sikap yang baik sehingga mampu membawa mereka menjadi pribadi-pribadi yang baik dilingkungan tempat tinggal mereka.

Selanjutnya kompetensi pedagogik, adalah kemampuan pemahaman terhadap anak didik, pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Seorang juga dapat melaksanakan pembelajaran yang variatif sehingga mudah dipahami oleh siswa yang memiliki ciri khas masing-masing.

Kemudian kompetensi profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Keempat, kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali anak didik, dan masyarakat sekitar dan pergaulan dengan anak didik dilakukan dengan batasan-batasan tertentu.
Keseluruhan kompetensi tersebut merupakan kesatuan yang utuh yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh setiap guru dalam pola pengasuhan anak didik remaja sehingga kesan ‘guru profesional/bersertifikat pendidik hampir tidak ada bedanya dengan guru yang belum bersertifikat pendidik sama saja’ dapat dihilangkan dari pemikiran di kalangan pendidik maupun masyarakat. 

Maka seorang guru seharusnya introspeksi diri apakah sudah melaksanakan tugas sesuai dengan cara-cara guru yang profesional?

Rabu, 07 November 2012

Hari Pahlawan Apaan Sih…?

Demikian ungkapan beberapa siswa di sebuah kantin sekolah. Hari yang biasanya menjadi salah satu moment berharga bagi kita semua dikarenakan adanya Pemberian gelar pahlawan baru kepada orang yang pernah berjasa bagi Negara ini, ternyata dilupakan begitu saja oleh siswa-siswa tadi.

Ternyata perbaikan kurikulum pendidikan tidak lebih penting dibanding perbaikan dan pembinaan karakter warga yang ada dilingkungan pendidikan atau sekolah. Pembinaan karakter warga sekolah menjadi harga mati untuk segera dilakukan.

Pendidikan budi Pekerti yang telah dikunyah oleh kakek nenek kita dahulu, mengakibatkan mereka menjadi pribadi yang penuh kharisma, pribadi yang bersahaja. Demikian juga para pahlawan kita, pribadi-pribadi yang menjadi pemimpin dan teladan bagi semua orang dikarenakan oleh karaktek /watak baik yang mereka miliki.

Celakanya Siswa maupun guru banyak yang tidak kenal apalagi mengenal dekat pahlawan yang berasal dari daerahnya sendiri dan kurangnya perhatian seluruh komponen sekolah untuk mengenal lebih dekat tokoh atau pahlawan yang ada di Indonesia.

Selanjutnya ketika menyinggung tentang lagu-lagu kemerdekaan, lagu perjuangan, lagu kepahlwanan cenderung siswa maupun guru untuk melupakan hal itu tetapi ketika ditanya tentang lagu atau album terbaru sebuah kelompok band terkenal saat ini, tentu mereka akan hapal.

Memaknai hari pahlawan dapat dilakukan disekolah dengan cara sebagai berikut:
1. Tumbuhkan semangat gotong royong seperti budaya yang telah diwariskan para pahlawan kita jaman dahulu. Gotong royong dapat dilaksanakn disekolah pada hari yang disepakati oleh seluruh siswa, guru, kepala sekolah. Sekaligus membudayakan slogan “Lisa”(lihat sampah ambil).
2. Mengadakan perlombaan yang bertemakan “Kepahlawanan” berupa drama kepahlawan, peragaan busana pejuang, lagu-lagu perjuangan.
3. Mengundang tokoh pejuang/veteran yang ada didaerah sendiri untuk berdiskusi kepada seluruh siswa, guru dan pegawai dan kepala sekolah.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Sekolahku adalah Surgaku part-2


Bercermin dari pemberitaan media massa dan yang terjadi saat ini mengindikatorkan pada rendahnya penerapan nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan pendidikan, sebagai contoh meningkatnya tingkat kenakalan remaja, perilaku merusak diri (merokok, seks bebas dan lain-lain), merosotnya spirit untuk belajar dan datang kesekolah dan menemukan hal-hal baru atau hasil karya penelitian, penggunaan kata-kata yang tidak sopan dikalangan pelajar, dan terakhir kurangnya tanggung jawab siswa sebagai individu dan masyarakat yang kurang peduli dengan perkembangan mental siswa atau remaja.

Berada dilingkungan pendidikan menuntut kita untuk selalu menggali hal-hal positif, penemuan-penemuan  ilmiah yang bermanfaat bagi kehidupan. Bukan jamannya lagi Proses Belajar Mengajar dilaksanakan dengan mencela, kekerasan, menyinggung perasaan orang lain, selalu melihat kelemahan orang lain tetapi hal yang paling urgen adalah melakukan proses atau tahapan pengembangan potensi diri yang telah kita miliki kearah yang lebih baik.

Berkaitan dengan hal tersebut Perubahan mendasar harus segera dilakukan yang meliputi:
 (1) Pola pikir seluruh warga sekolah.sudah selayaknya siswa, guru dan semua warga sekolah selalu berkomitmen, mempunyai kebulatan tekad serta memiliki kesamaan visi utuk memajukan dan mengharumkan nama baik sekolah.
(2) Sistem atau tata kelola yang baik.Manajemen yang terorganisir dapat dipastikan menjadikan seluruh komponen warga sekolah memahami dan melaksakan tugas dan tanggungjawab masing-masing sebagai kewajiban bukan sebagai paksaan
(3) Pemanfaatan dan pengembangan seluruh potensi dan komponen yang ada dilingkungan sekolah. Keberhasilan yang akan dicapai tidak terlepas dari peran serta semua pihak.

Mari secara bersama-sama merubah paradigma siswa sebagai remaja yang kurang baik menjadi SISWA YANG BERPRESTASI.Penerapan nilai-nilai pendidikan karakter tidak seharusnya menjadi hal yang ditawar lagi. Budaya malas kita dengan rajin dan bersemangat, kejujuran, kerukunan, disiplin dan sebagainya.Sehingga slogan "Sekolahku adalah Surgaku" selalu diikrarkan disetiap sanubari Siswa, Guru, Pegawai, Kepala Sekolah.

Bagaimana menurut pendapat anda? 

sumber: http://www.kompasiana.com/marifromadoni

Jumat, 12 Oktober 2012

Filosofi 2 telinga dan 1 mulut Untuk Pemimpin

Filosofi ini menggambarkan bahwa setiap orang harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Setiap orang harus lebih banyak menggunakan telinga daripada mulutnya.Kita harus sadar bahwa kita harus mendengar dan memahami orang lain atau bawahan kita agar apa yang kita perintahkan dan akan dilakukan diketahui manfaat dan kerugiannya.
Seorang pemimpin disarankan untuk memahami apa saja keluhan dan kesengsaraan warganya. Segala keluhan warga adalah permasalahan yang akan menjadi indicator berhasil tidaknya seorang pemimpin.
Sebagai pemimpin yang akan merumuskan segala kebijakan yang bermanfaat nantinya bagi warga sangatlah mutlak untuk megetahui permasalahan yang ada ditingkat bawah sehingga kebijakan yang telah diputuskan tidak menjadi sekedar praturan tertulis di naskah saja tetapi dapat diimplementasikan bagi kemakmuran warga.
Jadi setelah menggunakan 2 telinga (mendengar dan memahami) terlebih dahulu selanjutnya 1 mulut(berikan perintah) dan buat keputusan yang bermanfaat bagi semua.

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2012/10/12/filosofi-2-telinga-dan-1-mulut-untuk-pemimpin/

Sabtu, 06 Oktober 2012

SEKOLAHKU adalah SURGAKU

Seorang kepala sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah, segala keputusan dan kebijakan seorang kepala sekolah selalu bertujuan memajukan nama baik sekolah dimata masyarakat terkhusus di lingkungan sekolah itu berada

Interaksi dengan warga sekolah adalah kunci utama keberhasilan kepemimpinan di sekolah. Ketika kepala sekolah berinteraksi dengan masyarakat, guru, siswa dan seluruh warga sekolah tentu merupakan hal mutlak untuk diapplikasikan.Interaksi yang baik tentu saja menjadikan jalinan komunikasi yang baik pula.
Interaksi dengan guru maupun siswa yang berkelanjutan dapat menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan sekolah dan suasana harmonis yang tercipta di sekolah menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk dikunjungi atau sekolah menjadi surga bagi seluruh warga sekolah atau “SEKOLAHKU adalah SURGAKU’

Tentu hal tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan seorang kepala sekolah dan keberhasilan kepala sekolah adalah keberhasilan seluruh warga sekolah.

Lalu bisakah semua kepala sekolah membuat Ada Surga di Sekolah?

sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/23/sekolahku-adalah-surgaku/